Di tengah dinamika politik nasional, nama Bungas T. Fernando Duling disebut sebagai salah satu figur yang konsisten memperjuangkan ekonomi kerakyatan berbasis konstitusi.

Mengawali perjuangannya sebagai Aktivis 98, Fernando tak berhenti pada euforia Reformasi. Ia terjun langsung dalam pengorganisasian akar rumput dengan mendirikan Komite Aksi Rakyat Teritorial (KARAT) serta menjadi Sekretaris Jenderal Advokasi Rakyat untuk Nusantara (ARUN), aktif mengadvokasi konflik agraria dan hak rakyat atas tanah.

Melalui Konsolidasi Mahasiswa Nasional Indonesia (KOMANDO), ia juga mendorong regenerasi gerakan mahasiswa agar tetap berpijak pada kepentingan rakyat dan kedaulatan bangsa.

Komitmennya pada Pasal 33 UUD 1945 tercermin dari pandangannya tentang “kedaulatan rantai pasok” bahwa negara harus hadir mengelola sumber daya alam untuk kemakmuran rakyat, bukan segelintir pihak.

Kepercayaan publik membawanya ke posisi strategis, termasuk sebagai Komisaris KAI Logistik, dengan fokus pada efisiensi distribusi hasil bumi rakyat. Kini, sebagai Mandatori Ketua Aliansi Yayasan MBG Nusantara, ia turut mengawal implementasi Program Makan Bergizi Gratis agar bahan bakunya menyerap hasil petani dan peternak lokal.

Dari aktivis jalanan hingga pengambil kebijakan, perjalanan Fernando menunjukkan satu garis konsisten: memperjuangkan ekonomi konstitusional demi kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia. (kin)