Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah mulai mematangkan persiapan penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026. Hal ini ditandai dengan digelarnya rapat koordinasi lintas sektor di Aula Eka Hapakat, Kantor Gubernur Kalimantan Tengah, Palangka Raya, pada Selasa (31/3/2026).
Melansir MMCKalteng, rapat ini menjadi langkah strategis untuk memastikan seluruh tahapan keberangkatan jamaah berjalan optimal, seiring dengan kuota haji reguler Kalimantan Tengah yang mencapai 1.559 orang.
Wakil Gubernur Kalimantan Tengah, Edy Pratowo, menegaskan bahwa ibadah haji bukan sekadar perjalanan biasa, melainkan momentum spiritual yang harus dipersiapkan dengan serius dan penuh tanggung jawab.
“Ibadah haji adalah dambaan setiap umat Muslim. Karena itu, seluruh prosesnya harus dipersiapkan secara matang agar jamaah dapat beribadah dengan aman, nyaman, dan khusyuk,” ujarnya.
Menurutnya, rapat koordinasi ini bukan hanya agenda formal, tetapi menjadi ruang penting untuk menyatukan persepsi dan memperkuat sinergi antarinstansi. Mulai dari aspek administrasi, kesehatan, transportasi, hingga akomodasi, seluruhnya harus dipastikan berjalan tanpa kendala.
Edy juga menekankan pentingnya pelayanan prima, terutama bagi jamaah lanjut usia dan mereka yang memiliki risiko kesehatan. Ia meminta seluruh pihak terkait untuk memastikan kesiapan teknis dan administratif dilakukan secara menyeluruh.
“Koordinasi lintas sektor harus terus ditingkatkan agar tidak ada hambatan di lapangan, sehingga pelayanan kepada jamaah benar-benar maksimal,” tegasnya.
Lebih jauh, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan ibadah haji dari tahun ke tahun. Harapannya, seluruh jamaah tidak hanya berangkat dalam kondisi siap, tetapi juga kembali ke tanah air dengan predikat haji yang mabrur.
Menutup arahannya, Wagub mengajak seluruh pihak untuk menjalankan tugas dengan penuh keikhlasan dan semangat pengabdian.
“Ini bukan sekadar tugas administratif, tetapi bagian dari pelayanan kepada umat,” pungkasnya.
Rapat tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat daerah dan instansi terkait, termasuk perwakilan dari kementerian serta pemerintah kabupaten/kota se-Kalimantan Tengah, sebagai bentuk kolaborasi dalam memastikan kelancaran penyelenggaraan haji 2026. (kin)






