PALANGKA RAYA – Festival Budaya Isen Mulang (FBIM) 2026 tidak hanya menjadi ajang pelestarian budaya daerah, tetapi juga momentum bagi Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah untuk menyampaikan pesan penting tentang kemajuan pendidikan yang berakar pada nilai-nilai budaya lokal.
Dalam Karnaval Budaya yang berlangsung di Bundaran Besar Palangka Raya, Minggu (17/5/2026), Disdik Kalteng tampil memukau melalui konsep Sekolah Unggul Garuda yang merepresentasikan semangat pendidikan unggul, adaptif dan berdaya saing global.
Di bawah kepemimpinan Plt. Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah, Muhammad Reza Prabowo, berbagai inovasi pendidikan terus dikembangkan dengan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai budaya Huma Betang sebagai identitas masyarakat Kalimantan Tengah.
Pesan tersebut tercermin melalui desain mobil pawai dan kostum peserta yang menampilkan simbol Garuda sebagai lambang kekuatan, keberanian dan cita-cita tinggi generasi muda. Sementara cahaya keemasan yang menghiasi iring-iringan menggambarkan pendidikan sebagai penerang masa depan.
Pada pembukaan FBIM 2026, Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, menegaskan bahwa pelayanan masyarakat tetap menjadi prioritas pemerintah meskipun di tengah tantangan efisiensi anggaran.
“Walaupun dalam kondisi efisiensi anggaran seperti ini, pelayanan masyarakat adalah prioritas kami. Pendidikan, kesehatan, infrastruktur, kegiatan olahraga, budaya dan seni serta sektor strategis lainnya justru kami tingkatkan kualitasnya dengan program-program unggulan seperti Kartu Huma Betang Sejahtera,” ujarnya.
Agustiar juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga persatuan dan keberagaman sebagai kekuatan utama Kalimantan Tengah.(kin)





