MURUNG RAYA – Dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1447 Hijriah atau tahun 2025 Masehi, ribuan warga Kabupaten Murung Raya, khususnya di wilayah Kota Puruk Cahu dan sekitarnya, memadati ruas jalan pada Minggu pagi (20/7/2025) untuk mengikuti Pawai Perayaan Tahun Baru Islam. Suasana pelaksanaan kegiatan berlangsung khidmat sekaligus penuh antusiasme.
Tradisi tahunan ini kembali menjadi ajang mempererat kebersamaan, menumbuhkan nilai-nilai keislaman, serta memperkuat Ukhuwah Islamiyah di antara masyarakat Puruk Cahu dan wilayah sekitarnya. Pawai dimulai dari halaman Masjid Agung Al-Istiqlal Puruk Cahu dengan rute mengelilingi pusat kota, dihiasi berbagai bentuk kreativitas peserta. Beragam kelompok turut ambil bagian, mulai dari pelajar, remaja masjid, hingga komunitas masyarakat, yang menampilkan nuansa Islami melalui lantunan selawat, pengibaran bendera tauhid, dan yel-yel yang menggugah semangat hijrah.
Berdasarkan pantauan, tampak hadir langsung Bupati Murung Raya, Heriyus, didampingi Wakil Bupati Rahmanto Muhidin dan Ketua DPRD Murung Raya, Rumiadi. Kehadiran jajaran pimpinan daerah tersebut menunjukkan komitmen kuat pemerintah daerah dalam mendukung kegiatan keagamaan sekaligus pelestarian budaya Islam di Murung Raya.
Pelaksanaan pawai juga mendapat pengamanan humanis dari jajaran Polres Murung Raya, yang diwakili Kapolsek Murung, untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, nyaman, dan tertib.
Peringatan Tahun Baru Islam tahun ini tidak hanya menjadi momen mengenang peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW, tetapi juga wadah syiar yang memperkuat solidaritas dan semangat kebersamaan dalam membangun Murung Raya yang religius, rukun, dan maju. Kehadiran ratusan hingga ribuan peserta dari berbagai elemen masyarakat yang memenuhi jalanan Puruk Cahu menjadi simbol semangat hijrah menuju kebaikan serta persatuan bagi seluruh lapisan masyarakat di Kabupaten Murung Raya, Kalimantan Tengah.
Dalam penyampaiannya, Bupati Heriyus menegaskan bahwa semangat hijrah bukan sekadar simbol keagamaan, melainkan momentum untuk memperkokoh kebersamaan dan toleransi yang telah terjaga sejak lama, serta motivasi untuk terus membangun Murung Raya sebagai daerah yang religius dan berbudaya. (kin)






