Pemerintah Kota Palangka Raya memastikan layanan mudik Lebaran 2026 berjalan aman, tertib, dan terkendali melalui penguatan posko terpadu serta sinergi lintas instansi.
Melansir borneonews.co.id pada Rabu (17/03/2026), Wali Kota Fairid Naparin menegaskan bahwa pengamanan arus mudik dilakukan secara menyeluruh sejak H-7 hingga H+7 Idulfitri, melibatkan unsur TNI, Polri, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, Satpol PP, hingga relawan.
Untuk memastikan kesiapan tersebut, ia meninjau langsung sejumlah titik strategis seperti Bandara Tjilik Riwut, kawasan pusat perbelanjaan, hingga pos pengamanan di Bundaran Besar.
“Pengamanan mudik dilakukan melalui sistem posko terpadu yang tidak hanya berfungsi sebagai pusat informasi, tetapi juga pengaturan lalu lintas, pelayanan kesehatan, serta respons cepat kondisi darurat,” ujarnya.
Di sektor transportasi udara, terjadi dinamika menarik. Jumlah penerbangan harian memang mengalami penurunan, namun di sisi lain jumlah penumpang justru meningkat. Pemerintah bersama pihak maskapai pun mengantisipasi lonjakan ini dengan penambahan penerbangan tambahan, termasuk rute menuju Jakarta.
Dari sisi keselamatan, pemerintah daerah juga berkoordinasi dengan BMKG untuk memastikan kondisi cuaca tetap aman selama periode mudik.
Meski demikian, ketersediaan dan harga tiket pesawat masih menjadi tantangan yang dikeluhkan masyarakat. Sebagai alternatif, pihak bandara menyediakan opsi go show bagi penumpang yang bersedia menunggu kursi kosong akibat pembatalan.
Sementara itu, pengamanan wilayah diperkuat dengan personel gabungan yang bersiaga selama 24 jam secara bergantian. Layanan kesehatan juga disiapkan di berbagai posko guna mengantisipasi kondisi darurat selama perjalanan mudik.
Wali Kota turut mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan mempersiapkan perjalanan dengan baik, mulai dari memastikan keamanan rumah hingga menjaga kondisi kesehatan sebelum berangkat.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam menjamin kelancaran arus mudik sekaligus menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat selama momentum Idulfitri.(kin)






