Kabar duka datang dari Amerika Serikat. Mantan Direktur Federal Bureau of Investigation (FBI), Robert Mueller, dinyatakan meninggal dunia. Keluarga mengumumkan kepergian Mueller pada Jumat, 20 Maret 2026, melalui pernyataan resmi yang dirilis pada 21 Maret.
Dalam keterangan kepada media, keluarga juga mengungkap bahwa Mueller telah lama berjuang melawan penyakit Parkinson.
“Bob didiagnosis menderita penyakit Parkinson pada musim panas tahun 2021,” demikian pernyataan keluarga kepada The New York Times. Penyakit tersebut memengaruhi kemampuan bicara dan mobilitasnya dalam beberapa tahun terakhir.
Mueller dikenal sebagai figur penting dalam sejarah penegakan hukum Amerika Serikat. Ia memimpin FBI selama 12 tahun di era Presiden George W. Bush dan Barack Obama, serta berperan dalam restrukturisasi lembaga tersebut pasca Serangan 11 September 2001.
Namanya kembali menjadi sorotan saat ditunjuk sebagai Special Counsel untuk menyelidiki dugaan campur tangan Rusia dalam Pemilu 2016 yang melibatkan Donald Trump. Laporan hasil penyelidikan tersebut menjadi salah satu dokumen paling kontroversial dalam politik modern Amerika.
Namun, perhatian publik justru tersedot pada pernyataan Donald Trump usai kabar wafatnya Mueller. Melalui platform Truth Social, Trump menuliskan pernyataan yang menuai kontroversi,
“Robert Mueller baru saja meninggal. Bagus, saya senang dia sudah mati. Dia tidak bisa lagi menyakiti orang-orang yang tidak bersalah!”
Pernyataan tersebut kontras dengan respons mantan Presiden Barack Obama. Melalui akun X pada 22 Maret 2026, Obama pada intinya menyebut Mueller sebagai salah satu direktur FBI terbaik yang berjasa besar pasca 9/11, serta figur publik yang berkomitmen kuat pada supremasi hukum. Ia juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan.
Sikap keras Trump terhadap Mueller dinilai bukan tanpa latar belakang. Hubungan keduanya telah lama diwarnai ketegangan sejak investigasi dugaan campur tangan Rusia dalam Pemilu 2016. Sejak saat itu, nama Mueller kerap dianggap sebagai “momok” bagi Trump dalam dinamika politik Amerika.
Di tengah duka atas kepergian Robert Mueller, perbedaan respons dari dua tokoh besar tersebut kembali mencerminkan tajamnya polarisasi politik di Amerika Serikat.(kin)






