MUARA TEWEH – Upaya menciptakan lingkungan yang bersih sambil menumbuhkan kepedulian sosial di Kabupaten Barito Utara mendapat dorongan kuat dari legislatif. Kegiatan sosialisasi pengelolaan sampah yang digagas oleh Tim Penggerak PKK Kabupaten Barito Utara bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) pada Senin (24/11) disambut hangat oleh Anggota DPRD Barito Utara, Wardathun Nur Jamilah.
Acara yang digelar di Aula DLH dan dihadiri 133 peserta itu tidak hanya membahas teknik pemilahan sampah, tetapi juga memperkenalkan terobosan baru Program Donasi Uang Koin untuk Kesejahteraan Sosial. Inovasi ini dirancang untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pemberdayaan sosial melalui gerakan kecil sehari-hari.
Anggota DPRD Wardathun Nur Jamilah secara terbuka memberikan apresiasi atas inisiatif PKK dan DLH yang dinilainya konkret dan inovatif.
“Saya sangat mengapresiasi langkah TP PKK dan DLH Barito Utara yang tidak hanya fokus pada edukasi pengelolaan sampah, tetapi juga menghadirkan program donasi koin sebagai bentuk pemberdayaan sosial. Ini adalah gerakan kecil yang berdampak besar apabila dilakukan secara konsisten dan melibatkan seluruh lapisan masyarakat,” ujar Wardathun di Muara Teweh, Senin (24/11).
Politisi ini menambahkan bahwa program ganda tersebut sangat selaras dengan komitmen pemerintah daerah untuk meningkatkan kebersihan lingkungan, apalagi program ini mendukung agenda strategis, termasuk Program 100 Hari Bupati dan Wakil Bupati.
“Gerakan seperti ini perlu diperluas ke seluruh kecamatan dan desa. DPRD siap mendukung upaya-upaya yang mendorong kesadaran masyarakat untuk hidup bersih, peduli lingkungan, serta saling membantu melalui mekanisme sosial yang inovatif,” tegasnya.
Wardathun berharap sinergi erat antara pemerintah daerah, organisasi wanita seperti PKK, dan masyarakat dapat diperkuat. Tujuannya adalah menjadikan budaya sadar sampah dan kepedulian sosial sebagai bagian integral dari kehidupan sehari-hari di Barito Utara.
Sebelumnya, Ketua TP PKK Kabupaten Barito Utara, Hj. Maya Savitri Shalahuddin, menekankan bahwa isu pengelolaan sampah adalah tanggung jawab bersama yang akarnya dimulai dari lingkungan rumah tangga. Ia mengajak seluruh kader PKK, tokoh masyarakat, dan pemangku kepentingan untuk menjadi teladan dalam pemilahan sampah, pengurangan plastik sekali pakai, dan optimalisasi pengolahan sampah organik. (kin)






