Muara Teweh – Komitmen Pemerintah Kabupaten Barito Utara dalam penguatan ketahanan pangan berbasis kearifan lokal mendapat apresiasi dari lembaga legislatif. Wakil Ketua Komisi II DPRD Barito Utara, Hj. Sri Neni Trianawati, menyampaikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan Lomba Cipta Menu Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA) tingkat Kabupaten Barito Utara tahun 2025.
Kegiatan yang merupakan inisiasi Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan bekerja sama dengan TP PKK Kabupaten Barito Utara tersebut, dinilai oleh Hj. Sri Neni sebagai langkah positif dan strategis untuk memperkenalkan serta memaksimalkan pemanfaatan bahan pangan lokal selain beras.
“Kami di DPRD sangat mendukung kegiatan B2SA ini. Lomba ini tidak hanya menumbuhkan kreativitas masyarakat dalam mengolah makanan, tetapi ini adalah upaya nyata untuk mendorong kemandirian pangan di daerah kita,” ujar Hj. Sri Neni, Selasa (11/11/2025).
Anggota Dewan ini menekankan bahwa gerakan B2SA sangat selaras dengan visi daerah untuk menghasilkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang sehat, cerdas, dan produktif, sebagai modal menuju Indonesia Emas 2045.
Ia menyoroti pentingnya diversifikasi pangan agar masyarakat Barut tidak bergantung pada satu jenis komoditas saja. Pangan lokal seperti singkong, talas, jagung, dan hasil pertanian lainnya memiliki potensi besar untuk diolah menjadi menu bergizi dan menarik.
“Melalui gerakan B2SA, masyarakat didorong untuk melepaskan ketergantungan pada beras semata. Kita kaya akan potensi pangan lokal yang harus diangkat dan diolah,” imbuhnya.
Hj. Sri Neni juga memberikan penghargaan tinggi atas peran aktif TP PKK Kabupaten Barito Utara yang menjadi motor penggerak dalam mengedukasi masyarakat mengenai pola konsumsi pangan yang sehat dan beragam.
“Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti pada tingkat kabupaten saja, tetapi harus terus digalakkan hingga ke tingkat kecamatan dan desa. Kesadaran masyarakat akan pangan lokal bergizi dan aman harus terus ditingkatkan,” tegasnya.
DPRD Barito Utara, melalui Komisi II, berkomitmen akan terus mengawal dan mendukung program-program yang berorientasi pada ketahanan pangan dan pemberdayaan masyarakat, khususnya yang berbasis pada potensi lokal daerah.
“Kita ingin Barito Utara mencapai kemandirian pangan, dan hal itu bermula dari pola makan yang sehat dan beragam di setiap rumah tangga,” tutup Wakil Ketua Komisi II tersebut.(kin)






