Palangka Raya, klikindonesia.com – Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, mempersilakan mahasiswa untuk terus mengkritik pemerintah apabila terdapat kebijakan yang dinilai tidak berpihak kepada masyarakat. Hal itu disampaikan dalam dialog bersama organisasi mahasiswa di Istana Isen Mulang (IIM), Selasa malam (12/5/2026).

Dalam suasana dialog yang terbuka, Gubernur menegaskan mahasiswa memiliki hak untuk menyampaikan kritik maupun aspirasi secara santun dan bertanggung jawab.

“Kalau kami bekerja tidak becus, tegur kami. Kalian adalah bos kami, kami ini pelayan masyarakat,” tegasnya.

Menurut Agustiar, kritik dari mahasiswa sangat penting sebagai bentuk kontrol sosial terhadap jalannya pemerintahan dan pembangunan daerah.

Ia juga menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak anti kritik dan justru membutuhkan masukan dari mahasiswa demi perbaikan pelayanan kepada masyarakat.

Selain membuka ruang kritik, pemerintah juga meluncurkan aplikasi “Lapor Pak Gub” yang dapat dimanfaatkan masyarakat dan mahasiswa untuk menyampaikan laporan maupun aspirasi.

Melalui dialog berkelanjutan tersebut, Pemprov Kalteng berharap tercipta hubungan yang harmonis antara pemerintah dan mahasiswa dalam membangun Kalimantan Tengah yang maju dan sejahtera. (kin)